Testing spesimen pipa:
1. Hydrostatic Pressure test
pipa direndam dalam water bath pada T=80oC serta di beri tekanan dari sisi dalam pipa.
Hitung waktu saat pipa mengalami kerusakan.
2. Dimensi
Diukur langsung dari spesimen pipa
HDPE Pipa PE-100
By
Unknown
di
25.9.07
Swelling Ratio (SR)
HDPE grade blow molding yang mempunyai Distribusi Berat Molekul (MWD)lebar mempunyai Sweling Ratio (SR) yang besar.
LDPE mempunyai rantai cabang panjang (LCB) sehingga menyebabkan SR-nya besar.
Phillip type Cr katalis grade HDPE mempunyai LCB sehingga mempunyai SR yang besar.
SR juga dipengaruhi oleh kondisi operasi di finishing juga.
By
Unknown
di
25.9.07
Multilayer film
case: double layer menggunakan inner material HD film grade 35 micron, dan outer LLDPE 15 micron.
Apabila menggunakan die LLDPE maka "Blow up ratio" menjadi rendah dan strength juga menurun.
kemudian dicoba untuk menggunakan die HDPE.
bahan campuran:
(HD monofilament/LLDPE film)=1:1 --> poor film strength
(HD film/LLDPE film)=5:3 --> tidak bisa bercampur homogen
(HD film/(LLDPE/LDPE=4:1)=5:3 --> tidak bisa bercampur homogen
(HD film/(HDPE/LLDPE=2:1)=5:3 --> Good
By
Unknown
di
16.8.07
Perhitungan MI campuran
Berikut kami berikan contoh perhitungan mencari MI mixing.
contoh:
1. Diketahui:
X1 = 7 zak = 175 kg
X2 = 3 zak = 75 kg
MI1 = 0.26 gr/10min
MI2 = 0.76 gr/10min
2. Ditanyakan berapa MI mix?
3. Jawab:
X1 + X2 = X mix
175 kg + 75kg =250 kg
log 0.26 = - 0.5850
log 0.76 = - 0.1192
Rumus: Xmix . log MI mix = X1. log MI1 + X2. log MI2
250 . Log MI mix = 175 . log 0,26 + 75 . Log 0,76
250 . Log MI mix = 175 . (-0,5850) + 75 . (-0,1192)
250 . Log MI mix = (-102,38) + (-8,9390)
250 . Log MI mix = (-111,319)
Log MI mix = (-111,319)/250 = (-0.4453)
MI mix = 0.36
Jadi MI mix akhir = 0.36 gr/10 min
By
Unknown
di
6.8.07
MI Separation (z)
Apabila ada 2 material PE akan dicampur dengan sistem pencampuran kering, maka perlu dilihat MI separation dengan perhitungan spt dibawah ini
z=log MI2/MI1
jika:
z<1.0 Kedua material PE tsb mudah bercampur dengan homogen.
z>1.0 Kedua material PE tersebut sulit untuk bercampur dg homogen.
By
Unknown
di
6.8.07
Kromatografi
Kromatografi adalah alat untuk mengetahui kandungan suatu senyawa didalam campuran.
Prinsip kerja kromatografi adalah pemisahan dua atau lebih senyawa dalam satu campuran berdasarkan perbedaan berat molekulnya.
Berdasarkan perbedaan fase-nya alat kromatografi dibagi menjadi 2 macam:
1. Kromatografi gas (GC-Gas Cromatography)
Dipakai untuk menganalisa campuran yang berupa cairan yang mudah menguap (BM rendah)
2. Kromatografi cair (HPLC-High Performance Liquid Cromatography)
Dipakai untuk menganalisa campuran yang berupa cairan yang sulit menguap (BM tinggi)
By
Unknown
di
2.8.07
Katalis Residu
Produktivitas katalis yang besar saat polimerisasi PE mengakibatkan residu katalis didalam resin PE tersebut menjadi kecil, dan ini bisa diidentifikasi dengan analisa kadar abu pada resin produk tsb.
Akibatnya untuk menetralkan sisa katalis yang ada dalam produk diperlukan additive penetral katalis dalam jumlah yang kecil.
Additive penetral katalis yang banyak digunakan adalah logam-logam stearate misalnya, Zn Stearate yang banyak dipakai untuk produk LLDPE karena mempunyai titik leleh (melting Point) yang kecil, sedang untuk produk HDPE banyak digunakan Ca St.
By
Unknown
di
2.8.07