HDPE Pipa PE-100

Testing spesimen pipa:
1. Hydrostatic Pressure test
pipa direndam dalam water bath pada T=80oC serta di beri tekanan dari sisi dalam pipa.
Hitung waktu saat pipa mengalami kerusakan.
2. Dimensi
Diukur langsung dari spesimen pipa

Swelling Ratio (SR)

HDPE grade blow molding yang mempunyai Distribusi Berat Molekul (MWD)lebar mempunyai Sweling Ratio (SR) yang besar.

LDPE mempunyai rantai cabang panjang (LCB) sehingga menyebabkan SR-nya besar.

Phillip type Cr katalis grade HDPE mempunyai LCB sehingga mempunyai SR yang besar.

SR juga dipengaruhi oleh kondisi operasi di finishing juga.

Multilayer film

case: double layer menggunakan inner material HD film grade 35 micron, dan outer LLDPE 15 micron.
Apabila menggunakan die LLDPE maka "Blow up ratio" menjadi rendah dan strength juga menurun.
kemudian dicoba untuk menggunakan die HDPE.

bahan campuran:
(HD monofilament/LLDPE film)=1:1 --> poor film strength
(HD film/LLDPE film)=5:3 --> tidak bisa bercampur homogen
(HD film/(LLDPE/LDPE=4:1)=5:3 --> tidak bisa bercampur homogen
(HD film/(HDPE/LLDPE=2:1)=5:3 --> Good

Perhitungan MI campuran

Berikut kami berikan contoh perhitungan mencari MI mixing.
contoh:
1. Diketahui:
X1 = 7 zak = 175 kg
X2 = 3 zak = 75 kg
MI1 = 0.26 gr/10min
MI2 = 0.76 gr/10min
2. Ditanyakan berapa MI mix?
3. Jawab:

X1 + X2 = X mix
175 kg + 75kg =250 kg
log 0.26 = - 0.5850
log 0.76 = - 0.1192

Rumus: Xmix . log MI mix = X1. log MI1 + X2. log MI2

250 . Log MI mix = 175 . log 0,26 + 75 . Log 0,76
250 . Log MI mix = 175 . (-0,5850) + 75 . (-0,1192)
250 . Log MI mix = (-102,38) + (-8,9390)
250 . Log MI mix = (-111,319)
Log MI mix = (-111,319)/250 = (-0.4453)
MI mix = 0.36

Jadi MI mix akhir = 0.36 gr/10 min

MI Separation (z)

Apabila ada 2 material PE akan dicampur dengan sistem pencampuran kering, maka perlu dilihat MI separation dengan perhitungan spt dibawah ini

z=log MI2/MI1

jika:

z<1.0 Kedua material PE tsb mudah bercampur dengan homogen.
z>1.0 Kedua material PE tersebut sulit untuk bercampur dg homogen.

Kromatografi

Kromatografi adalah alat untuk mengetahui kandungan suatu senyawa didalam campuran.
Prinsip kerja kromatografi adalah pemisahan dua atau lebih senyawa dalam satu campuran berdasarkan perbedaan berat molekulnya.

Berdasarkan perbedaan fase-nya alat kromatografi dibagi menjadi 2 macam:
1. Kromatografi gas (GC-Gas Cromatography)
Dipakai untuk menganalisa campuran yang berupa cairan yang mudah menguap (BM rendah)

2. Kromatografi cair (HPLC-High Performance Liquid Cromatography)
Dipakai untuk menganalisa campuran yang berupa cairan yang sulit menguap (BM tinggi)

Katalis Residu

Produktivitas katalis yang besar saat polimerisasi PE mengakibatkan residu katalis didalam resin PE tersebut menjadi kecil, dan ini bisa diidentifikasi dengan analisa kadar abu pada resin produk tsb.
Akibatnya untuk menetralkan sisa katalis yang ada dalam produk diperlukan additive penetral katalis dalam jumlah yang kecil.

Additive penetral katalis yang banyak digunakan adalah logam-logam stearate misalnya, Zn Stearate yang banyak dipakai untuk produk LLDPE karena mempunyai titik leleh (melting Point) yang kecil, sedang untuk produk HDPE banyak digunakan Ca St.